Bye-bye Standart Euro 2


Sabtu, 03 Juni 2017

PAKET WISATA LOMBOK – Seperti yang kita tahu, bahwa masalah transportasi di negara kita agak tertinggal, salah satunya mengenai standart euro, yaitu kualitas emisi gas buang pada kendaraan. Apabila di negara lain sudah euro IV dan V maka di Indonesia masih euro II, hal tersebut jelas ketinggalan.

Di kutip dari autonetmagz.com bahwa Pertamina selaku BUMN urusan sumber energi sedang mengejar standarisasi Euro IV yang sudah ditetapkan pemerintah pada 2018 mendatang, dan tentu semua pihak yang peduli lingkungan berharap standar baru ini segera terealisasi.

Namun ternyata Pertamina justru mengejar BBM ke standar yang lebih tinggi, yaitu Euro V. Seperti yang dilansir oleh Kompas, VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, mengatakan bahwa saat ini Pertamina sedang mempersiapkan kebutuhan BBM Euro V, bukan Euro IV. Wow, berarti sudah ada rencana untuk skip ke level yang lebih jauh ya?

“Saat ini Pertamina sedang melakukan Refinery Development Masterplan Program (RDMP) di Balongan dan Balikpapan. Nanti kalau sudah mulai produk itu akan Euro V, tidak Euro IV,” ucap Adiatma saat berbincang dengan wartawan dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Menurut Adiatma, pengklasifikasian Euro tidak harus seperti naik kelas, artinya dari tiga tidak harus lebih dulu keempat. Karena hal itu, Pertamina justru mengincar kualitas BBM yang lebih tinggi dari yang sudah ditetapkan pemerintah. “Jadi kilang yang sudah ada akan ditambah dengan unit-unit tertentu dan bisa mengeluarkan produk yang lebih berkualitas. Kita tidak harus sesuai tingkatan seperti naik kelas,” ujar Adiatma.

RDMP kilang yang dilakukan Pertamina saat ini untuk Euro V dipastikan akan selesai empat tahun lagi. Setelah itu akan dilanjut langsung dengan produksi dan pemasaran “Dari sekarang sudah mulai berjalan, 2021 nanti sudah start produksi Euro V,” kata Adiatma. Dengan standart euro yang lebih tinggi maka di harapkan emisi kendaraan di Indonesia bisa di tekan lagi yang berdampak semakin rendah angka polusi di negara kita.